Belajar dari Keseharian

image

Alhamdulillah masih bisa menghirup udara segar sampai hari ini, thanks God..  32 tahun sudah di lewati banyak sekali pelajaran yang bisa di dapat. suka, duka, senang, sedih, bahagia, kecewa semuanya datang silih berganti. bukan kehidupan namanya kalau selalu senang dan bahagia, begitupun dengan kecewa dan sedih tak selamanya kita selalu di posisi itu. bahagia itu tidak selalu identik dengan harta melimpah, jabatan mapan ataupun karier yang berkibar. dan tak selamanya miskin itu selalu di balut duka dan kesedihan. kuncinya cuma satu, “BERSYUKUR” atas apa yang kita punya, atas kesehatan yang merupakan awal dari semua apa yang akan kita perbuat dan lakukan.

Di usia saya sekarang masih jauh sekali dari kata mapan apalagi sempurna, tapi saya bersyukur atas semuanya. bisa menikmati dengan apa yang saya punya, dan bagi saya untuk saat ini lebih dari cukup dengan apa yang ada. saya hidup berdasarkan fungsi bukan gengsi, pakaian yang saya punya mayoritas biasa2 saja tidak be merk terkenal dan mahal (kalaupun ada paling cma 1 atau 2, itupun di kasih) yang penting bagi saya cocok dan nyaman untuk saya kenakan, persetan dengan gengsi dan merk! alat komunikasi saya punya walaupun biasa saja, yang penting bisa terhubung dengan dunia luar. alat transportasi ada walaupun tak mewah yang penting kalau panas gak kehujanan dan kalau hujan gak kepanasan (baca lagi ya dengan seksama :p )

Setiap manusia pasti bertemu dengan yang namanya “Kegagalan” baik itu pekerjaan, pendidikan, keluarga dan percintaan. saya sangat percaya ada hikmah di balik kegagalan, kalau kita renungkan kegagalan itu adalah pelajaran. pelajaran untuk kita lebih berhati-hati lagi ke depan. pengalaman menyenangkan meninggalkan kenangan, pengalaman pahit meninggalkan pelajaran. tak selamanya pelajaran itu kita dapat dari guru kita, dosen kita ataupun orang tua kita, tapi pelajaran hidup tak sedikit yang kita dapat dari orang-orang yang mendzolimi kita, orang-orang yang membuat kita kecewa. ucapkan terima kasih pada mereka, orang-orang yang membuat kita semakin kuat, orang-orang yang memotivasi kita untuk lebih baik lagi dan jadi lebih berhati-hati. kegagalan itu Bukti Allah sayang kita, kalau itu pekerjaan mungkin itu bukan tempat terbaik untuk kita. kalau itu cinta artinya masih ada yang jauh lebih baik dari dia. bukan kah Allah sudah berjanji tak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita?

Salah satu definisi bahagia bagi saya adalah bisa membuat orangtua kita bangga, saya bahagia kalau orangtua saya bangga. bukan karena materi tapi karena prestasi. walaupun diantara kakak-kakak dan adik-adik mungkin prestasi sayalah yang tidak terlalu menonjol, tapi paling tidak saya pernah membuat mereka bangga. piala-piala yang terpajang di rumah dan potongan kliping an koran-koran adalah contoh kecil dari kebanggaan mereka, bahwa orang yang mendapatkan dan terpampang itu adalah anak nya. uang memang penting tapi bukan segalanya, tidak menjamin kebahagiaan tapi kebanggaan InsyaAllah melahirkan kebahagiaan.

WhatsApp Messenger: Android + iPhone + Nokia + BlackBerry

Hey,  I just downloaded WhatsApp Messenger on my Android.  It is a Smartphone Messenger which replaces SMS. This app even lets me send pictures, video and other multi-media!  WhatsApp Messenger is available for Android, iPhone, Nokia and BlackBerry and there is no PIN or username to remember – it works just like SMS and uses your internet data plan.  Get it now from http://www.whatsapp.com/download/ and say good-bye to SMS.

Kutipan Seputar Indonesia Online, 2 Juni 2011 (Sosialisasi SEAG dengan Bersepeda)

PALEMBANG – Komunitas pekerja bersepeda bike to work Palembang akan melakukan sosialisasi SEA Games (SEAG) dengan cara unik, yakni mengajak seluruh anggotanya melakukan sosialisasi SEAGmelalui kegiatan relly wisata sepeda mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Kota Palembang.

Tak tanggung-tanggung, pengurus bike to work Palembang akan mengerahkan 400 orang bersepeda sebagai peserta relly. Bahkan, sejumlah bendera mini para negara peserta SEAG akan dibagikan ke beberapa warga yang melintas. Ketua bike to work Palembang Erdyan Oscarino mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati bike to work Indonesia dan hari lingkungan hidup sedunia. ”Karena Sumsel juga tuan rumah SEAG tahun ini, maka kegiatan ini juga kami gabungkan dengan program sosialisasi SEAG,” ungkap Erdyan seusai melakukan audensi dengan Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Sumsel di Kantor Gubernur Sumsel kemarin.Lebih lanjut Erdyan menjelaskan, relly wisata bersepeda ini akan dilaksanakan Minggu (5/6) yang lokasi startdan finish- nya di halaman Monpera Palembang. ”Start-nya mulai sekitar pukul 06.00 WIB dan finish pukul 08.00 WIB di tempat yang sama,”paparnya. Adapun titik kunjungan rellywisata bersepeda ini,pertama mengunjungi Kantor Wali Kota Palembang.Di sana, para peserta relly akan melihat dari dekat bagaimana gedung bersejarah yang dulu pernah dijadikan kantor PDAM saat zaman Belanda. ”Setelah dari sana, rombongan kembali melanjutkan kunjungan ke lokasi pembuatan songket di kawasan industri songket daerah Tanggabuntung,” tandasnya.Lalu, sambung dia, dilanjutkan ke tempat bersejarah Bukit Siguntang dan Kampus Bukit Unsri kemudian kembali lagi ke Monpera. ”Nah di Monpera nanti banyak kegiatan, seperti pameran foto sejarah, aktraksi dari komunitas BMX dan lainnya,” ujarnya sembari menambahkan, pendaftaran relly wisata bersepeda ini gratis dan terbuka untuk umum. Adapun konsep sosialisasi SEAG ini nanti, para peserta yang mengikuti kegiatan akan mendapat penjelasan secara umum tentang ke-berhasilan Sumsel menjadi tuan rumah SEAG. ”Kita juga nanti akan membagikan bendera para peserta SEAG kepada peserta dan masyarakat yang melintas saat itu,”katanya.

Sekda Provinsi Sumsel Yusri Effendi Ibrahim mengaku, menyambut baik dan mendukung kegiatan relly wisata bersepeda mengunjungi tempat- tempat bersejarah di Kota Palembang. ”Kalau bisa, jangan hanya sekedar mengunjungi tempat bersejarah saja. Tapi dibuat sebuah tulisan sehingga kegiatan seperti ini dapat menghasilkan sebuah karya yang dapat dinikmati masyarakat secara umum,” ungkap Yusri saat menerima rombongan di ruang kerjanya,kemarin. ade satia pratama

 

Kutipan Trulypalembang.com , 23 Maret 2011

Hi everyone!

Meet us again in this unique site!

Please take a look  for a while to this logo below!

 

LOGO OF B2W PALEMBANG

Okay, now what’s on your mind?

If you think about bike and the community, you are absolutely right!

Bike To Work, what’s that?

and what are their purposes?

Let’s know it deeply!

 

Bike to Work (B2W) Indonesia
It has been a big news in this world that  there is a big hole in our ozone layer. And global warming is one of the serious problem that caused by it.

Have you ever imagined, how our world will be in 10 years later? Is it still safe, clean, and comfort to live?

I believe that you doubt about them.

Due to concern for that problems, Once in 2004, some mountain bikers created the community namely Bike to Work Community. They had their first campaign to use bike to work in August 6, 2004. And only in a year, this community got many followers. Not only workers, but also students were interested in it.

August 27, 2005 was declared as the anniversary of  B2W Indonesia community.

From this group, they really hope that they can decrease pollution and greenhouse effect.

So, as their name of community, they campaign to go to work by bike. If it is to hard to do everyday, just do started from the simple thing: ride your bike on Saturday and Sunday.

 

Bike to Work(B2W) Palembang

Thanks God, Palembang people have a big concern also about the environment.  They make a community namely Bike to Work( B2W) Palembang.

The leader is Mr. Erdyan Oscarino.

If you want to join them, the requirement is easy.

You must have a bike, of course.

Then please see them every Friday night in TAMAN PESIRAH Polda at 7.30 pm and every sunday morning in Kambang Iwak Family Park.

Mr. Erdyan Oscarino

 

They always have schedule of trip

For example, when i visited on friday night two weeks ago in TAMAN PESIRAH POLDA, they rode their bike to Plaju.

And on friday night a week ago, they rode their bike to Pasar Lemabang.

As information for you, the distance that they take is far enough, more than an hour. But don’t worry, because they are always in a group. The leader leads them. And they always obey the rule of traffic signs.

B2W Palembang Community

 

 

BRIEFING BEFORE “GOWES”

 

 

One more information for you. There are special terms that they use in their group.

1. They call their activity in riding the bike as “GOWES”

The members of this community are called “GOWESER”

2. In here, they greet each other with OM (uncle in English) for man or boy and TANTE (aunt in English) for woman or girl.

“GOWES” TIME

 

Interested to this community?

this is the address of secretariat

Secretariat of B2W Palembang
Kantor MRPP-GTZ, Jl. Jendral Sudirman Km 3,5 no 2837. Palembang 30129
Email: b2wpalembang@gmail.com
Mailing List: b2w-palembang@yahoogroups.com

or facebook : http://www.facebook.com/#!/group.php?gid=133533285240

Their slogan : Let’s drive less and BIKE MORE!!

 

Wow! What an awesome Palembang city

See you in the next news!

 

#Sumber : http://trulypalembang.com/tag/b2w-palembang/

Kutipan Buana Sumsel online 3 Juni 2011 (Bike To Palembang Heritage)

PALEMBANG, Buanasumsel.com – Sebanyak 400 biker (pengendara sepeda) yang tergabung dalam bike to work Indonesia (B2WI) Palembang minggu ini (5/06/11) direncanakan bakal menyemarakkan hari ulang tahun B2W Indonesia yang berbarengan dengan Hari Lingkungan Hidup pada 5 juni mendatang, salah satunya mengadakan rally bike bertema bike to Palembang heritage.

Berbeda dengan Fun Bike pada umumnya, Bike to Palembang Heritage ini lebih menekankan rally bersepeda santai dengan konsep mengunjungi tempat wisata sejarah di Palembang . “beda dengan Funbike, karena kita punya konsep untuk mengajak para biker kembali mengenal tempat wisata di Palembang , jadi selain bersepeda santai biker juga mendapatkan ilmu,” ujar Ketua B2W Palembang, Erdyan saat ditemui di Pemprov Sumsel.

Meski terkesan sederhana, namun B2W Palembang tak main – main dalam mengatur konsep rally terutama dalam segi kesiapan biker sendiri. Bahkan kata Erdyan, pihaknya menargetkan 100 tim yang terdiri dari 4 orang untuk mengitari lokasi bersejarah di Palembang . “rutenya dari monpera dan finishnya juga di monpera. Cuma karena kita ini temanya bike to work Palembang heritage, jadi tempat-tempat bersejarah akan menjadi pos-posnya, pos pertama di kantor walikota, pos kedua di tangga buntung tempat songket, bukit siguntang, BKB, dan balik lagi ke monpera,” jelasnya.

Tak hanya itu menurutnya, di setiap pos yang menjadi rute biker juga akan diadakan games yang menyangkut bendera – bendera Sea Games, hal ini dilakukan sebagai bentuk support B2W Palembang untuk Sea Games.

Disinggung mengenai perkiraan waktunya sendiri, nantinya per 10 tim kata Erdyan akan diberikan waktu 2 jam hal ini diupayakan agar para biker tidak melakukan konvoi yang terlalu panjang, sehingga tak akan membahayakan keselamatan biker sendiri. “untuk biaya pendaftaran gratis, puncaknya di monpera, disana nanti akan ada band, atraksi bmx, dan  atraksi yoyo terus juga ada pamaren photo,” ujarnya, sembari menerangkan peserta Bike to heritage ini bebas untuk semua kalangan.

Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Sumsel, Yusri Effendi Ibrahim menyambut baik gagasan B2W Palembang tersebut. Malah katanya Pemprov Sumsel sangat mensupport penuh kegiatan ini, sebab selain bersifat fun kegiatan ini juga dapat memberikan wawasan, serta secara tak langsung dapat mempromosikan kembali tempat wisata di kota Palembang .

“kita berharap dalam satu kegiatan rally wisata ini ada yang nantinya menulis tentang tempat-tempat bersejarah seperti bukit siguntang, dll. Jadi bukan hanya sifatnya untuk kegembiraan saja, namun peserta diharapkan dapat menulis tentang tempat sejarah yang dikunjungi tadi,” tandasnya singkat. (Fby).

#Sumber : http://buanasumsel.com/dalam-rangka-hut-b2w-indonesia-dan-hut-lingkungan-hidup-400-biker-kunjungi-tempat-wisata/

Kutipan Berita Sumeks Online, 6 Juni 2011 (Bike To Palembang Heritage)

PALEMBANG – Hampir 500 pecinta olahraga bersepeda memeriahkan Bike to Palembang Heritage. Acara digelar kemarin (5/6), dengan start dan finis di Monpera, Palembang. Mereka yang ikut acara ini berasal dari lebih 10 komunitas bersepeda metropolis. Ada pula peserta dari luar Palembang, misalnya Sungai Lilin, termasuk dari luar Sumsel. Meskipun termasuk olahraga yang menguras keringat, namun para penghobi gowes ini tetap memperhatikan soal penampilan. Buktinya, beragam busana dan aksesori digunakan mereka. Mulai dari seragam komunitas yang mirip atlet balap sepeda hingga seragam anak SD, putih merah.

Soal aksesori jangan tanya. Lazim membawa botol air minum, ada yang bawa tas kecil hingga ransel bahkan ada yang panggul tas anak SD. Banyak yang mengenakan kacamata hitam, topi hingga penutup kepala lucu berbentuk kepala hewan tertentu seperti kelinci, monyet, hingga helm khusus untuk bersepeda.

“Seru lihatnya mas, kreatif. Acaranya jadi makin meriah,” ucap Andi, salah seorang peserta Bike to Palembang Heritage. Sepeda yang digunakan para peserta pun beragam. Mulai sepeda pixy, khusus balap, ontel ataupun modifikasi. Semuanya tumplek-blek di kawasan Monpera.

“Sekalian olahraga, kita juga jalin silaturahmi sesama pecinta sepeda. Lumayan, sekalian bagi ilmu dan pengetahuan tentang sepeda,” ucap Deki. Erdyan, ketua Bike to Work (B2W), komunitas pelaksana kegiatan ini menjelaskan, jumlah peserta yang ikut dan memeriahkan acara kemarin over target.

”Kita menargetkan 100 tim, artinya 400 orang karena satu tim empat peserta. Eh, yang ikut malah lebih dari 100 tim,” ujarnya. Melihat jumlah peserta yang lebih banyak dari perkiraan, ia menyimpulkan peminat dan penghobi olahraga bersepeda di Palembang semakin bertambah banyak.

Menurutnya, Bike to Palembang Heritage diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2011. Juga dalam rangka merayakan ulang tahun ke-2 B2W. “Sekaligus kita berpartisipasi dan ikut menyukseskan SEA Games XXVI di Palembang,”beber Erdyan.

Konsep pelaksanaan acara seperti reli wisata. Selama ini, kegiatan komunitas bersepeda metropolis hanya funbike biasa. Nah, konsep ini pertama kali dilakukan di Palembang. Yang dinilai adalah kekompakan tim dan ketepatan waktu.

“Rutenya start dari Monpera, pos I di dekat kantor Wali Kota, pos II di kawasan Tangga Buntung dekat kerajinan songket, pos III di Bukit Siguntang, pos IV di kampus Unsri dan pos V di dekat Museum Balaputera Dewa,” ucapnya.

Total panjang rute yang harus dilalui peserta lebih dari 10 km. Peserta yang ikut tidak hanya dari komunitas sepeda biasa, tapi banyak yang dari perusahaan, perbankan dan instansi.

Ke depan, kata Erdyan, ada rencana pihaknya untuk menggelar gowes keliling Palembang sembari membawa dan memperkenalkan bendera 11 negara peserta SEA Games. “Itu salah satu cara kita membantu pemerintah mensosialisasikan SEA Games, kan kita tuan rumahnya. Lokasinya akan ditentukan,” cetusnya.

Peserta Bike to Palembang Heritage kemarin dilepas langsung Kepala BLH Sumsel, Drs H Akhmad Najib SH MHum didampingi staf ahli Gubernur bidang pembangunan, Drs H Rusli Nawi SDP MSi. Hadiah yang disiapkan panitia ratusan jumlahnya. Dibagikan dalam dua sesi, door prize maupun game-game menarik.(46)

#Sumber :  http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=14800:bersepeda-pun-harus-gaya&catid=38:metropolis&Itemid=89