“siang mas, mau ambil gelas kotornya..” begitulah kalimat yang sehari-hari saya dengar dari OB (Office Boy) kami, seperti biasa setelah jam istirahat siang dia keliling dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk mengumpulkan gelas kotor yang dipakai para pekerja. dengan senyum khasnya dia menyapa dengan ramah para pekerja yang baru kembali akan memulai aktivitas setelah istirahat siang. pemuda asal jawa ini mencoba mencari rejekinya ditanah sumatera, saya memang tidak terlalu banyak tau tentang perjalanan hidupnya sehingga bisa terdampar ditanah sumatera, yang saya tau dia adalah pemuda yang gigih, santun, rajin dan tanpa pamrih. malu rasanya kalau melihat diri sendiri yang mungkin nasibnya lebih baik dari dia tapi selalu mengeluh dan selalu merasa kurang, iri kadang terlintas kala melihat senyumnya yang tulus tanpa beban tersungging dari bibirnya. tak pernah tau apakah kehidupannya bahagia atau tidak yang jelas didepan semua orang dia menunjukkan sikap ramah dan raut muka yang selalu bersahabat, menghargai pekerjaan yang dia kerjakan. diam-diam banyak hal yang bisa dipelajari dari kehidupan dia dan mencoba untuk menerapkan dalam kehidupan saya, dia membuka mata bahwasanya kehidupan ini harus tetap dijalani dan dihadapi dengan senyuman apapun kondisinya, bekerja tanpa pamrih tanpa mengharap suatu imbalan selain penghasilan tiap bulan yang telah menjadi hak dia, jangan pernah mengeluh apapun masalah yang dihadapi karena dengan mengeluh tak akan menyelesaikan masalah tapi berusaha bagaimana caranya supaya keluar dari masalah. dia bukan siapa-siapa, tp banyak pelajaran yang bisa dipetik dari kehidupannya. dia membuktikan bahwa materi bukan segala-galanya untuk dapatkan bahagia.. semangat terus pemuda, terima kasih atas inspirasinya.. terima kasih Joko…










Agustus 12, 2010 pukul 1:43 am
mantab tu mas joko….. thanks ya wkwkkwkwkkkk…. bu2k lagi yuks…. “boca koyok mono tu…. boca gumblung”
Februari 16, 2011 pukul 9:47 pm
gek jangan lupo blog lagi tentang Dayat, Mas Herman, all security…..