Tahu Sumedang Indralaya

Siang Ini, sepulangnya dari melayat Orang Tua Salah satu karyawan yang meninggal dunia di Indralaya, saya dan beberapa Rekan2 di Kantor (Pak Roebyanto, Pak Warneri, Kak Yudhi, Ninuk dan Pak Gultom) mampir di Rumah Makan Tahu Sumedang Lingga Sari atau lebih dikenal orang Tahu Sumedang Indralaya. Rumah makan ini menjadi salah satu tempat Favorit bagi orang-orang yang sedang melakukan perjalanan dari maupun ke Palembang untuk makan ataupun hanya sekedar beristirahat. termasuk saya dan rekan2 yang lain tergoda juga untuk mencicipi kembali Tahu di Rumah Makan yang terletak di Jalan Antara Palembang dan Indralaya ini tepatnya di Km 26, kenapa saya bilang mencicipi kembali? karena sebenarnya sudah sering sekali saya mampir di Rumah Makan ini untuk membeli Tahu Sumedang Indralaya terutama ketika sedang melakukan perjalanan keluar Kota. soal rasa Lumayan lah dari pada Lu manyun;) he..he…

Tahu adalah makanan yang dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dan diambil sarinya. Berbeda dengan tempe yang asli dari Indonesia, tahu berasal dari China, seperti halnya kecap, tauco, bakpau, dan bakso. Tahu adalah kata serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) (Hanzi: 豆腐, hanyu pinyin: doufu) yang secara harfiah berarti “kedelai yang difermentasi”. Tahu pertama kali muncul di Tiongkok sejak zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penemunya adalah Liu An (Hanzi: 劉安) yang merupakan seorang bangsawan, cucu dari Kaisar Han Gaozu, Liu Bang yang mendirikan Dinasti Han.

Di Jepang dikenal dengan nama tofu. Dibawa para perantau China, makanan ini menyebar ke Asia Timur dan Asia Tenggara, lalu juga akhirnya ke seluruh dunia.

Sebagaimana tempe, tahu dikenal sebagai makanan rakyat. Beraneka ragam jenis tahu yang ada di Indonesia umumnya dikenal dengan tempat pembuatannya, misalnya tahu Sumedang dan tahu Kediri. (From : Wikipedia Indonesia)

Ditulis dalam Kuliner. 1 Komentar »